Sejarah dan Time Series Kepengurusan EGSA UGM

Serah Terima Jabatan Kepengurusan EGSA Periode 2020/2021 (Keterangan : Bu Emilya Nurjani dan Dimas Maula Hayat, dokumentasi MIJ)

EGSA merupakan lembaga organisasi/himpunan mahasiswa yang dibentuk pada tahun 2007 atas penggabungan tiga jurusan yang di Fakultas Geografi, yaitu Geografi Fisik Lingkungan, Geografi Manusia, dan Geografi Murni.

      Jingle Geografi Lingkungan – GEL UGM

    Sejarah Kepengurusan EGSA 

    1. Iddam Hairully Umam (2007-2008)

    Periode dimana pengurus pioneer EGSA yang baru dibentuk, selain itu juga dilakukan pembentukan divisi yang masih dibagi 3 dan program kerjanya yang lebih bersifat internal. Perkembangan EGSA pada masa itu belum begitu signifikan jika dibandingkan sekarang karena wadah dan sarana untuk berkumpul dan berkegiatan belum tersedia. Masa periode ini berhasil membuat Logo EGSA yang dapat mencerminkan perjalanan sejarah pembentukan himpunan ini.

    2. Destianingrum Ratna Prabawardani (2008-2009)

    Pada masa kepengurusan ini, program besar yang berhasil dibentuk dan dilaksanakan adalah “ekskursi” untuk mahasiswa baru serta meneruskan program-program dari kepengurusan sebelumnya. Masa kepengurusan ini masih mengutamakan untuk merangkul pada 3 prodi di Fakultas Geografi. Problematika yang terjadi pada masa kepengurusan ini adalah masih adanya gap antar prodi dan antar angkatan sehingga pengutamaan program masih pada batasan menjad wadah aspirasi serta perkembangan softskills para mahasiswa, dan EGSA diharapkan menjadi jaring-jaring perekatnya.

    3. Ahmad Cahyadi (2009-2010)

    EGSA pada masa kepengurusan ini berhasil membentuk program kerja “EGSAFair” pada tanggal 9 November 2009. Selain itu, terbentuk pula program “Ekspedisi” untuk pertama kalinya yang bertujuan untuk melakukan pelatihan penelitian. Masa kepengurusan ini, EGSA memiliki 4 divisi, yaitu PKO, PP, Humas Publikasi, dan Kajian Isu Global.

    4. Hengky Nugraha (2010-2011)

    EGSA pada masa kepengurusan ini sudah jauh lebih berkembang dengan melanjutkan program kerja yang sudah terbentuk di masa kepengurusan sebelumnya dan munculnya program-program kerja baru. Setidaknya terbentuk 7 proker baru di masa kepengurusan ini. Ciri khas dari EGSA pada masa kepengurusan ini adalah hampir keseluruhan prokernya berfokus pada bidang-bidang penelitian, seperti ekspedisi, latihan penelitian lapangan dan seminar-seminar bertingkat nasional.

    5. Aziz Ramdani (2011-2012)

    EGSA pada masa kepengurusan ini tidak banyak melahirkan program kerja baru dan hanya melanjutkan program-program kerja yang telah terbentuk sebelumnya dengan berbeda tema. Pada masa kepengurusan ini, terdapat workshop pembuatan IPAL Komunal Limbah Batik di Kota Pekalongan bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat.

    6. Ngainul Malawani (2012-2013)

    EGSA pada masa kepengurusan ini berhasil melahirkan event perlombaan untuk siswa SMA yang kemudian menjadi rangkaian dari kegiatan “EGSAFair”. Selain itu, masa kepengurusan ini juga melaksanakan JAGO atau Jogja Adventure Global Orienteering untuk pertama kali. Masa kepengurusan ini banyak melahirkan program-program baru selain yang telah disebutkan, seperti kampanye lingkungan, pembuatan bideo profil jurusan GEL, dan melakukan kegiatan “Envicamp” pertama kali.

    7. Zulhan Effendy (2013-2014)

    Masa kepengurusan ini terfokus pada lebih menggerakkan pemotor-pemotor angkatan aktif yang ada. Peran pemotor diharapkan dapat mendorong mahasiswa lain untuk lebih berpartisipasi. Divisi yang terbentuk pada masa kepengurusan ini yaitu PKO,PP, PIG, PLM, Media Komunikasi Jurnalistik, dan Media Jaringan Alumni. MKJ dan MJA sekarang digabung menjadi MIJ. Adapun program kerja yang pernah terbentuk dikepengurusan ini yaitu EgsaBirthDay pertama kali, Ekspedisi yang mulai terfokus pada kegiatan latihan penelitian, serta mulai diadakan penyambutan wisuda.

    “Merasa banggalah dengan GEL, sukai dengan ilmu dan perbanyak relasi. Jalani saja dengan enjoy maka kedepannya akan mudah”

    8. Ahmad Rif’an Khoirul Lisan (2014-2015)

    Masa kepengurusan ini melahirkan beberapa program kerja antara lain memasukkan Ketua Angkatan kedalam struktur kepengurusan ketua EGSA dengan tujuan memudahkan koordinasi pengurus dan anggota dan  mulai diadakannya EKSKURSI  sebagai wadah untuk menyambut dan mengenalkan mahasiswa baru terhadap Geografi Lingkungan. Pada tahun kepengurusan ini juga mulai dilaksanakan PLM Mengajar, Website Resmi EGSA serta sambutan wisuda. EGSA 2014/2015 juga merupakan EGSA yang inovatif, bukan EGSA yang hanya mengikuti EGSA tahun tahun periode  sebelumnya.Hal inilah yang menjadi karakter dari EGSA pada tahun kepengurusan ini.

    9. Afid Nurkholis (2015-2016)

    Pada masa ini, pengurus EGSA berfokus dalam merubah mindset tentang perbedaan antara pengurus dan non-pengurus serta membenahi sektor-sektor internal pengurus. Pada masa ini, EGSA juga mulai mengaktifkan sosial media seperti instagram, line, dan website EGSA. Selain itu, pada tahun ini ditetapkan juga struktur ketua angkatan dan alur penyambutan wisuda. Tahun ini juga tercipta Mars Geografi Lingkungan beserta koreonya dan lagu-lagu GEL lainnya. Hal ini bertujuan untuk menjadikan EGSA memiliki salam, yel-yel, dan koreo yang unik. Hal tersebut juga merupakan ciri khas EGSA pada kepengurusan ini.

    10. Kurniawan Aji Wicaksono (2016-2017)

    Perkembangan EGSA pada periode kepengurusan tahun tersebut masih dengan tetap berpegang teguh terhadap slogan “Paseduluran Ora Luntur” melalui program kerja yang mengacu pada kekompakan dan keakraban pengurus seperti makan bareng, dolan bareng, dan internal Relaxing Time (iRitme). Eksistensi EGSA di Universitas Gadjah Mada, masyarakat, dan eksternal pada tahun ini dengan kontribusi EGSA dalam pembuatan buku Putih UGM untuk Presiden Joko Widodo. Program kerja yang baru terbentuk antara lain EGSAluation, Pengelolaan Barang Alien, Raport Pengurus, Earthvironmet week, Envi Course and Fieldwork, Workshop Geospatial, Minibank of PP, dan Egsa Opportunities. Pada tahun ini pula terjadi orientasi kegiatan ekspedisi dari kegiatan lapangan menjadi pengembangan penelitian dengan adanya ECF, kelas riset pra-ekspedisi serta Diseminasi Hasil Ekspedisi.

    11. Muhammad Naufal (2017-2018)

    Kepengurusan tahun ini terdapat cukup banyak program kerja baru antara lain Envideo, tumbler day dan gagasan kran air minum. Pada kepengusan tahun ini mulai diadakan kegiatan sharing alumni oleh MIJ, BBQ dan EGSABangga oleh PP serta adanya LKTI dalam EGSAFair. Sempat ada gagasan dalam merubah logo egsa dimana terdapat tiga tangan dalam logo yang menggambarkan tiga prodi yaitu geografi fisik, geografi manusia, dan geografi murni sehingga tidak mempresentasikan Geografi Lingkungan yang sekarang. Grandmaster dari masa kepengurusan ini adalah EGSAFair, Ekspedisi dan Envideo.

    12. Danung Shodikh Mahrizkhal (2018-2019)

    Masa kepengurusan tahun ini kurang lebih sama dengan kepengurusan tahun sebelumnya. Terjadi pemangkasan program kerja menjadi lebih singkat dengan tetap mempertahankan program kerja besar seperti EGSAFair dan Ekspedisi. Pada tahun ini EgsaFair bekerjasama dengan ICERM dan memiliki konsep EXPO yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Tatanan divisi paling bagus pada tahun ini adalah MIJ dengan peningkatan dalam kegiatan sharing info maupun feeds.